Rabu, 08 April 2009

4.Terence Tao, Jenius Matematika yang Ternyata Belajar dari Sesame Street
Selasa, 04-12-2007 17:24:25 oleh: Norman Sasono
Kanal: Gaya Hidup

Meraih Master saat usia 17, Doktor saat usia 20, dan menjadi Professor Matematika di usia 24. Ia juga penerima Fields Medal ("nobel"-nya Matematika). Keturunan China, imigran dari Hong Kong ke Australia, dan sekarang menetap di Amerika.

Terence Tao lahir pada 17 Juli 1975. Ayahnya seorang Pediatrician, Ibunya lulusan Fisika dan Matematika. Keduanya adalah orang China yang tinggal di Hong Kong. Konon, ibunya juga seorang matematikawan yang luar biasa. Kemudian mereka pindah ke Australia dan menetap di sana. Tao pun menjadi warga negara Australia, dan tentu saja disebut Australian. Meskipun dia sebenarnya adalah orang Asia.

Menurut ayahnya, Tao kecil, saat balita pernah mengajarkan Matematika ke salah satu famili-nya yang berusia 5 tahun. Tao kecil mengaku dia kenal Matematika dari Sesame Street. Dia sangat menyukai Sesame Street. Saat usia 8 tahun, ia semakin menunjukkan bakatnya pada matematika. Ia mampu mengerjakan soal SAT Matematika dan meraih score 760. Score diatas 700 adalah score yang luar biasa, dan ingat, waktu itu ia baru berumur 8 tahun. Padahal SAT adalah test untuk masuk ke perguruan tinggi. Tao juga merupakan peserta termuda yang pernah ikut dalam Olimpiade Matematika dunia. Ia meraih medali perunggu pada usia 10. Tahun berikutnya meraih medali perak, dan di tahun berikutnya lagi meraih medali emas.

Pada usia 14 ia masuk kuliah. Seperti yang dijelaskan di atas, di usia 17 ia meraih gelar Sarjana dan Master-nya dari Flinders University. Kemudian dia mendapat beasiswa Fulbright untuk melanjutkan study di Amerika di Princeton University. Ia meraih gelar Doktor-nya pada usia 20, dan menjadi Professor di usia 24. Tao kemudian mengajar di UCLA hingga sekarang. Ia menetap di Los Angeles Amerika Serikat dan melanjutkan riset-riset-nya di sana.

Selain Fields Medal, yang merupakan award tertinggi dalam bidang Matematika, Tao juga menerima award-award lain. Diantaranya; Salem Price di tahun 2000, Bocher Prize di tahun 2002, Clay Research Award di 2003. Menerima Levi L. Conant Prize dari American Mathematical Society pada 2005, dan pada 200 lalu menerima SASTRA Ramanujan Prize. Ia juga menerima Australian Mathematical Society medal. Sebagai penerima Fields Medal, Tao merupakan salah satu penerima award termuda, orang Australia pertama dan juga orang UCLA pertama.

Di tengah kesibukannya sebagai Professor di UCLA, Tao juga selalu sempat menulis blog-nya di: http://terrytao.wordpress.com
Web site berikut adalah official web site-nya: http://www.math.ucla.edu/~tao

Dari kisah Terence Tao ini, yang menarik bagi saya adalah ternyata perkenalannya dengan matematika adalah melalui sesuatu yang fun, Sesame Street. Mungkin anda bisa memperkenalkan Sesame Street ke baliltan anda. Hal yang kedua adalah dia itu orang Asia (meski warga Australia), artinya ras Asia itu tidak kalah dengan yang lainnya. Terakhir, kenapa ya hampir semua ilmuwan terbaik dunia akhirnya memilih berkarir di Amerika? Kalau begini caranya, Amerika bisa benar-benar jadi pusat kebudayaan dunia abad 20-21.

Tidak ada komentar: